Saat ini sastra bukanlah oksigen. Tidak mudah untuk menikmati sastra. Siaran di televisi saja lebih penuh dengan sinetron, lagu – lagu pop, dan berita tentang korupsi yang tidak berkesudahan. Karena itu, ketika Sutardji keluar di televisi kemarin, bahkan hanya sebentar di TVRI –itu juga membahas orang mati- kami sangat antusias. Gila kawan, literatur sastra saja saat ini dipatok dengan harga yang begitu mahal. Apakah sastra sebegitu angkuhnya?
August 15, 2010 | 0 comments | View Post
Malam harinya, Bunda mengajakku (lebih tepatnya memaksa) untuk pergi ke kantor polisi di Tanjungpinang pada hari Senin. Seumur hidupku, tidak pernah kulihat baik Ayah maupun Bunda mendatangi kantor polisi. Mereka adalah tipikal orang yang menghormati hukum. Namun lihatlah kini, Bunda mengajakku datang ke kantor polisi untuk membuat SIM dengan cara curang, tanpa melalui tes. Istilah kedai kopinya, nembak.
July 19, 2010 | 2 comments | View Post