Subscribe via RSS Feed

Dibalik Dwilogi Padang Bulan & Andrea Hirata

Satu kali saya bertemu dengan Andrea pada pertengahan 2009. Saat itu Andrea diundang Dinas Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau dalam acara bedah bukunya di Hotel Rainbow, Tanjungpinang. Adapun saya, adalah salah satu peserta bedah buku tersebut. Juga saya, adalah orang yang rambut saya diejeknya habis – habisan. Sepertinya Andrea tidak sadar, rambut siapa yang lebih aneh diantara kami berdua.

Juga pernah saya bertemu dengan Gary Kasparov. Dia adalah grand master catur dunia. Orang yang diklaim mempunyai IQ diatas 190. Namun tanpa perlu membandingkan cara mereka meminum kopi maupun melirikkan mata, saya percaya Andrea lebih cerdas dibanding Kasparov. Lalu ketika banyak orang yang saat ini menganggap Andrea sebagai pembual belaka, ketika Mimpi – Mimpi Lintang digonjang – ganjingkan, ketika Andrea menjawab berbagai tuduhan kepadanya dengan cerdas, saya memperhatikan Andrea dari depan laptop, depan televisi, juga depan koran, sambil cekikikan. Inilah dia mozaik Andrea yang paling cerdas.

Yap, Mozaik. Sudah ada ratusan mozaik yang Andrea bagikan melalui novel – novelnya. Ada kalanya mozaik yang berlengkapan saling melengkapi satu sama lain, ada kalanya juga mozaik yang satu terkesan dianak tirikan, sampai akhirnya dipertemukan jodohnya dengan mozaik lain yang terpisah di lain buku. Juga ada mozaik yang membujang sampai akhirnya lapuk, berharap akan dipertemukan jodoh dengan mozaik lainnya di masa yang akan datang.

Golongan kontra melihat karya – karya Andrea sebagai mozaik yang lengkap, ngawur, terlalu misterius, dan tidak lebih dari sekedar bualan. Mereka menuntut secara berlebihan. Padahal menurut saya, mozaik memanglah seperti yang diciptakan Andrea; misterius, membuat orang semakin bertanya. Dan pastinya mozaik adalah mozaik, mereka adalah analogi bintang di langit yang tidak selamanya harus menciptakan suatu kesatuan. Pahami mozaik – mozaik tersebut dengan cara yang diinginkan Andrea, maka pastilah anda mampu menafsirkannya.

Ninochka Stronovsky misalnya. Silahkan cari di google, cari di koran – koran lama, cari dia sampai ke Rusia sana. Ninochka adalah mozaik lain dalam diri Andrea. Mengapa anda harus mencarinya di sana – sini, sementara anda tahu Ninochka berasal hanya dari dan hanya untuk Andrea. Bukankah anda, yang mencarinya kesana – sini itu, adalah bagian dari orang yang ingin menafsirkan mozaik Andrea dengan paksa?

Satu sifat yang sempurna dari mozaik adalah bahwasanya mozaik sekalipun dirangkum menjadi satu kesatuan dengan paksa, tidak mungkin dapat di satu tafsirkan. Andrea telah menyelipkan rahasia ini dibalik semua karya – karyanya dengan cerdas. Dan saya, sama seperti 3 tahun lalu, tetap mengagumi kecerdasannya.

Jadi, Qui Genus Humanum Ingenio Superavit, Lintang atau Ikal atau Andrea Hirata?

Tags:

Category: Review & Article

Comments (18)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. nn says:

    jadi ninochka stronovsky tu ga ada ya? hehe

  2. nisa says:

    lintang ama ikal tetep cerdas dan membanggakan di pandanganku. semua karya novel andrea hirata bikin aku larut terbawa arus yg di ajaknya melalui kata2nya yang sangat mengesankan. aku ga bosan2nya baca novel2 karya andrea hirata.

    dodi..akhirnya km nulis lagi di blog.hehehe

  3. ehemm.. betul.. mozaik2 pacik ikal (andrea hirata) benar-benar misteri (yang justru jadi daya tarik), bahkan saya sampai saat ini (jujur) belum puas dengan dwilogi padang bulan (berharap ada cerita2 yang lain). Rasanya cerita2 pacik ikal merayu2 untuk menggunggah hati supaya terus membacanya. Soal jenius: Lintang jenius karena alami. Sedangkan Ikal jenius karena terpaan mimpi. Sungguh, merupakan sakit jiwa no. 33 (hehe.. Yang ini saya asal sebut aja..)

  4. Dedot says:

    Andrea Hirata memang keren,saya juga suka baca novelnya tuh… Ga sabaran nunggu novel beliu selanjutnya.
    Salam dari Bali bro.

  5. Djoko Widodo says:

    Novel Maryamah Karpov merupakan “toyoran indah” buat apa yang anda sebut “orang yang ingin menafsirkan mozaik Andrea dengan paksa”. Karena nampaknya ada yang secara mendadak dibelokkan Andrea dalam alur MK.
    Namun Andrea tidak sekejam itu mengubur Maryamah Karpov asli, buktinya adalah dengan terbitnya Dwilogi Padang Bulan yang -menurut saya- adalah Maryamah Karpov (asli).
    So karya2 Andrea adalah fiksi. Fiksi yang indah. Kadang kita memang keterlaluan sehingga seorang Andrea perlu menoyor kepala kita gara2 maksain menilai fiksi sebagai biografi.
    Btw, artikel anda bagus.

  6. ike bunga septiani says:

    saat membaca ini saya hanya bisa menganggukkan kepala tanda setuju

    qui genus humanum ingenio superavit adalah dia, andrea hirata
    tentu saja

  7. winda says:

    Kalaupun Andrea Hirata menulis sampah, saya tetap akan mengaguminya. Fiksi atau faktual, karya Andrea Hirata merupakan satu fenomena layak baca!

  8. nurrahman says:

    yg penting menginspirasi, orang tertarik utk beli,selebihnya ada variabel lain

  9. lingga lilianie says:

    Saya baru saja menyelesaikan dwilogi padang bulan.. Dan seperti dua tahun lalu waktu saya pertama kali membaca laskar pelangi,, lagi-lagi, andrea membuat saya takjub, haru dan tertawa geli.. Two thumbs up for you andrea..

  10. kanda says:

    saya baru saja menyelesaikan dwilogi Padang Bulan – Cinta Dalam Gelas. saya penggemar pak cik Andrea Hirata. saya juga membaca habis tetralogi novelnya yang sebelumnya. luar biasa.
    setelah membaca dwilogi adang Bulan – Cinta Dalam Gelas, saya segera berselancar di dunia maya untuk mencari tahu mengenai ninochka stronovsky. harapan saya minimal melihat gambar fotonya saja. tapi jangankan fotonya, artikelnya pun tak ada. sedih sekali.
    dan betapa terkejutnya saya mengetahui bahwa ninochka stronovsky, sang grang master catur wanita dunia tidak ada. hanya tokoh dalam novel.

Leave a Reply